3. Pembelajaran yang Berarti
Pembelajaran yang berarti adalah ketika Anda mampu memperoleh informasi baru dan menghubungkannya dengan pengalaman masa lalu. Ini karena pendekatan pembelajaran kognitif ini mengajarkan karyawan untuk membangun keterampilan pemecahan masalah yang dapat ditransfer yang dapat diterapkan di bidang lain.
Contoh pembelajaran kognitif yang bermakna adalah ketika Anda bekerja di bagian pengadaan dan memutuskan untuk mengambil kursus lanjutan di departemen Anda untuk memperdalam pemahaman Anda tentang subjek tersebut.
4. Pembelajaran Penemuan
Itu terjadi ketika Anda secara aktif mencari pengetahuan baru dengan meneliti konsep, proses, dan subjek baru. Misalnya, jika seseorang mengatur tugas untuk mengoreksi laporan tertentu dan mereka perlu menggunakan alat khusus seperti Grammarly, dengan menggunakan alat ini bersama dengan manual, ini akan menyebabkan mereka mempelajari fitur dan kemampuan dari alat melalui penemuan.
5. Pembelajaran Reseptif
Ceramah di mana Anda duduk dalam kelompok dan pembicara memberi makan audiens dengan informasi tentang subjek tertentu adalah contoh pembelajaran reseptif. Ini menuntut pelajar untuk aktif dengan mengajukan pertanyaan dan mencatat catatan pendek. Selama pelatihan di tempat kerja Anda, jenis pembelajaran ini berguna di mana Anda mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang informasi baru dengan menjadi aktif dan responsif terhadap pembicara.
6. Pembelajaran Non-Asosiatif (Pembiasaan dan Sensitisasi)
Ini adalah jenis pembelajaran yang memungkinkan manusia beradaptasi dengan sesuatu dengan sering menghadapinya. Ketika Anda mendapatkan pekerjaan baru di sebuah pabrik di mana ada banyak mesin yang mengeluarkan suara, hal itu mengganggu selama beberapa hari pertama, tetapi Anda kemudian belajar bagaimana menjalaninya.
Ini dikenal sebagai pembiasaan. Sensitisasi adalah sebaliknya di mana reaksi Anda terhadap sesuatu meningkat saat Anda sering terpapar padanya. Jenis pembelajaran ini terjadi dalam situasi khas Anda dalam kehidupan dan pekerjaan. Bekerja di kantor mengajarkan Anda untuk lebih responsif terhadap hal-hal seperti panggilan telepon.
7. Pembelajaran Emosional
Mengembangkan kecerdasan emosional sangat penting untuk membantu kita menjaga hubungan persahabatan dengan teman di tempat kerja dan dalam kehidupan. Pembelajaran emosional membantu orang belajar bagaimana mengendalikan emosi mereka dan juga memahami orang lain. Seorang majikan harus memiliki kendali atas emosi mereka untuk menangani pelanggan dan juga atasan mereka dengan cara yang sopan.
8. Pembelajaran Eksperiensial
Pengalaman kita dalam hidup adalah pelajaran terbaik kita. Interaksi Anda dengan orang lain selalu mengajarkan Anda beberapa pelajaran hidup yang berharga.
Apa yang Anda pelajari bergantung pada bagaimana Anda menafsirkannya. Misalnya, seorang magang belajar dengan membayangi atasan senior yang berpengalaman untuk mendapatkan pengalaman. Dia memperoleh keterampilan baru yang relevan dengan bidang pekerjaannya.
9. Observasi Pembelajaran
Salah satu komponen penting dari teori kognitif sosial adalah pembelajaran observasional. Ini berguna di antara karyawan karena ini terutama melibatkan peniruan keterampilan dari rekan kerja dan atasan.
Mengamati teman atau rekan kerja Anda adalah cara yang efisien untuk mempelajari keterampilan baru. Manajer Anda yang sukses di tempat kerja dapat membantu Anda meningkatkan kualitas kepemimpinan Anda saat Anda merangkul dan mempraktikkan kebiasaannya.
10. Pembelajaran Kooperatif dan Kolaboratif
Bekerja dan belajar dalam kelompok didorong di banyak lembaga. Pembelajaran kooperatif membantu mengeluarkan keterampilan terbaik seseorang dan memperdalam kolaborasi antara sekelompok orang (baca lebih lanjut tentang pembelajaran kolaboratif).
Namun demikian, agar seseorang dapat belajar dengan cara ini, dia harus menjadi peserta yang aktif dan setara serta berinteraksi dengan sesama anggota kelompok.
Beberapa perusahaan memilih individu untuk dilatih tentang strategi baru yang meningkatkan keberhasilan organisasi. Karyawan yang terlatih kemudian didorong untuk menyebarkan pengetahuan ini kepada anggota tim mereka.
Jenis pembelajaran kognitif di atas sangat penting dalam menggunakan fitur otak Anda sebanyak mungkin. Mereka memudahkan Anda memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru dalam hidup.
Itu dia contoh pembelajaran kognitif, semoga bermanfaat
Sumber : https://www.valamis.com/hub/cognitive-learning