Medan, 02 Juni 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Dosen dan Mahasiswa MKU (Mata Kuliah Umum) Kewarganegaraan FISIP UMA menggelar kampanye publik dengan tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Ketua Pelaksana Kegiatan, Usman Alhudawi mengatakan kampanye publik ini bertujuan untuk menekankan pentingnya kontribusi pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang dinamis. Globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial-ekonomi telah membawa berbagai pengaruh yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Usman.
Acara yang diselenggarakan di kawasan Lapangan Merdeka tersebut, dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, dosen, dan sebagainya. Ketua Pelaksana Kegiatan, Usman Alhudawi dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas semangat para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan kampanye publik ini.
“Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Kegiatan kampanye publik ini sebagai upaya untuk mengingatkan kita kembali dengan sejarah perjuangan pembentukan ideologi ini, dan untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Berbagai kegiatan menarik dan edukatif turut memeriahkan kampanye publik ini, seperti: pawai, diskusi dan orasi publik “Dengan menanamkan nilai-nilai seperti: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, kampanye publik ini bertujuan untuk membentuk karakter bangsa yang kokoh dan resilien dalam menghadapi berbagai tantangan” tegasnya.
Salah satu peserta, Efanni Tri Junita Br Ginting merasa terinspirasi dengan kegiatan kampanye publik ini. “Saya merasa lebih memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata, dan dalam menghadapi permasalahan kontemporer saat ini, seperti: radikalisme, intoleransi, dan disintegrasi bangsa,” ungkap Junita.
Junita menambahkan, untuk itu, mahasiswa sebagai agen perubahan harus dapat memengaruhi lingkungan sekitarnya secara positif. “Dengan kontribusi pemuda, kita wujudkan Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa,” pungkasnya.

