CARA menyayangi Tanah Air rupanya tidaklah beda menggunakan mengasihi apa pun di global ini. tidak kenal, maka tak sayang. buat menyayangi Tanah Air, memang perlu mengenal Indonesia lebih jauh serta lebih akrab. sehingga, muncul rasa nyaman dan rasa khawatir hal itu hilang berasal diri kita.
“Cinta itu landasannya kan saling memahami dan mengenali,” celoteh Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia pada Media Indonesia, Minggu (25/10). berdasarkan Asep, menjadi anak muda Indonesia tentunya rasa kenal terhadap budaya dan sejarah bisa melekatkan satu sama lain.
Mereka wajib sadar bahwa disparitas bukan ancaman, melainkan sesuatu yg mampu melekatkan satu sama lain. “Jadi pada rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, wajib kita tanamkan nilainnya saling mengenal kemudian bersatu pada perbedaan dan menjaga nilainilai sejarah, karena ini lah yang diperjuangkan di 28 Oktober 1928 silam,” kata Asep.
Asep melanjutkan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air memang tidak praktis. Terbukti, di aktivitas mengenal sejarah yg dilakukan oleh Komunitas Historia tidak sedikit pemuda acuh. sesuai hasil pendataan penduduk pada 2018, dari jumlah 124 juta penduduk usia produktif, 67 juta jiwa merupakan generasi millenial. tetapi, jumlah pemuda yang antusiasme buat mengetahui sejarah bangsanya belum sampai 1%. “karena itu, menumbuhkan rasa cinta di sejarah wajib digerakkan berasal atas ke bawah serta bawah ke atas.
Bahkan, kiprah media amat penting menentukan hasilnya,” kentara dia. Selain itu, peran pendidikan orangtua di rumah juga lah yg krusial menumbuhkan kesadaran cinta Tanah Air semenjak dini. misalnya, mengajak anak buat mengetahui sejarah negara dengan pergi ke museum, ataupun dengan memberikan konten-konten berbau budaya di gadget mereka. sebab, berkenalan dengan sejarah serta kebudayaan ialah belajar mencintai sejarah dan budaya Indonesia. dia menyampaikan pembelajaran tersebut akan berdampak positif.
jika ditanamkan semenjak dini akan jadi fondasi buat mereka pada pemahaman mengenai cinta Tanah Air. Ini jugalah yg akan menggerakan kesadaran mereka buat melakukan hal positif bagi bangsa. “bila sudah cinta, tentu akan menjaga dan tidak akan Mengganggu. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan ini jua bukti nyata cinta di Tanah Air,” lanjut dia.
seorang guru belia berprestasi yang meraih predikat pengajar Community Learning Center (CLC) Teladan Kemendikbud Tahun 2020 Adelia Aryani Putri pun beranggapan cinta Tanah Air tak akan tumbuh jika tidak saling mengenal. apabila sudah mengetahui hal-hal latif tadi maka akan semakin cinta.
“Bagi saya mengasihi Tanah Air merupakan dengan menggali hal lain lebih banyak tentang Indonesia. Jadi bukan hanya asal sekolah, mampu dari orangorang, sahabat-teman, buku dan banyak hal. dari sanalah kita makin cinta,” kentara dia. Ini misalnya ditularkan Adel kepada peserta didiknya pada Kinabatangan, Sabah, Malaysia.
menurut Adel, kebanyakan peserta didiknya adalah anakanak pekerja migran Indonesia yg semenjak lahir tinggal di Malaysia. Bahkan, mereka ada yg belum pernah sama sekali pergi ke Indonesia. Padahal, orangtua mereka rakyat negara Indonesia (WNI).
