Strategi organisasi perusahaan merupakan faktor penting dalam kesuksesan mereka. Menentukan bagaimana perusahaan harus mengalokasikan sumber daya mereka (misalnya, tenaga kerja, inventaris dan investasi), strategi organisasi dapat sangat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, inovasi produk dan pertumbuhan secara keseluruhan. Namun, mengembangkan dan melaksanakan strategi organisasi yang efisien bukanlah tugas yang paling mudah. Sementara 80% pemilik bisnis pada tahun 2012 menganggap perusahaan mereka bagus dalam mengembangkan strategi, persentasenya turun menjadi 68% pada 2016.
Yang lebih buruk, hanya 2% pemimpin yakin bahwa mereka akan mencapai 80% –100% dari tujuan strategi mereka. Strategi organisasi yang tepat menetapkan arah dan prioritas yang tepat untuk departemen dan karyawan. Dan arah dan prioritas yang jelas ini menyelaraskan semua orang dengan tujuan bersama, yang mengarah ke lingkungan kerja yang lebih efisien. Selain itu, strategi organisasi dalam administrasi bisnis dapat merangsang kreativitas karyawan dan mendorong berbagi pengetahuan di dalam perusahaan. Bagaimana kita menerapkan strategi ini untuk mengkatalisasi pertumbuhan perusahaan kita sendiri? Berikut tiga tip untuk membantu mengembangkan strategi organisasi terbaik.
1. Mendorong Pemikiran Kritis
Kearifan organisasi, seperti pemikiran kritis, penalaran, dan kehati-hatian, merupakan pengaruh utama dalam produktivitas perusahaan. Dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu praktik kearifan yang paling signifikan karena memiliki korelasi yang kuat dengan proses inovasi produk.
Alhasil, kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan esensial dalam diri karyawan. Untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis karyawan, para pemimpin harus mendorong karyawan mereka untuk meragukan atau bahkan mengkritik produk, proyek, atau proses pengembangan saat ini. Dengan cara ini, karyawan mendapatkan rasa tanggung jawab dan insentif yang lebih besar untuk memberikan hasil terbaik.
Sebuah konsensus bukanlah tujuan akhir dalam proses ini, meskipun itu diinginkan. Seiring dengan munculnya berbagai pemikiran, akan ada sebagian karyawan yang merupakan minoritas karena ide mereka bertentangan dengan pendapat orang lain. Dalam skenario ini, manajer harus memberi tahu karyawan ini bahwa ide mereka sama berharganya dan kontribusi setiap orang benar-benar mewakili kemajuan diskusi.
2. Ciptakan Transparansi
Prasyarat untuk mendorong pemikiran kritis adalah menciptakan lingkungan yang transparan. Dalam lingkungan terbuka, karyawan merasa aman untuk membagikan pengetahuan mereka di dalam atau di luar departemen mereka. Ketika seluruh tim terbiasa dengan proses proyek dan apa yang dikerjakan setiap orang, lebih banyak anggota tim yang bertanggung jawab dan terlibat. Hasilnya, berbagi ide menjadi lebih alami dan nyaman. Sementara karyawan dapat mencari nasihat praktis dari rekan kerja tentang tugas mereka saat ini, mereka juga bersedia membantu orang lain dengan keahlian mereka.
3. Kembangkan Komunitas di Tempat Kerja
Rasa komunitas sangat penting untuk strategi organisasi. Tanpa komunitas, karyawan cenderung tidak menerima inisiatif perusahaan dan terlibat dalam pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan. Sebaliknya, rasa kebersamaan yang kuat dapat secara efektif meningkatkan sikap kerja karyawan.
Siapa yang tidak ingin komunitas menjadi lebih baik? Meningkatkan interaksi di antara karyawan adalah kunci untuk menumbuhkan komunitas di tempat kerja. Misalnya, sekelompok peneliti menyiapkan area pertemuan dengan buah dan minuman gratis untuk perusahaan dengan 2.000 dokter, ilmuwan, dan administrator senior untuk menguji pengaruh komunitas. Dalam tiga tahun, area ini dengan cepat menjadi inkubator ide-ide kreatif, interaksi berkualitas tinggi, dan sebagainya. Setelah percobaan ini, perusahaan mencapai kinerja keseluruhan tertinggi.
Eksperimen ini sangat berhasil sehingga perusahaan membuka area pertemuan serupa lainnya untuk karyawannya. Mengembangkan strategi organisasi adalah salah satu praktik paling umum di kalangan pemilik bisnis. Dan ada banyak saran dan tip untuk strategi yang terencana dengan lebih baik. Namun, karena keunikan masing-masing perusahaan (ukuran, budaya, produk inti, dll.), Merancang strategi yang tepat dapat membuat frustasi dan menyakitkan. Ingin mengetahui strategi organisasi mana yang paling sesuai dengan perusahaan Anda? Klik di sini untuk menghubungi spesialis CoreAxis untuk menganalisis perusahaan Anda dan menyesuaikan strategi organisasi Anda!

